TUGAS 11 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMAN 2
Prinsip-prinsip dan Sumber
Pelanggaran Disiplin Dalam Kelas
A. Pengertian Disiplin Kelas
Dalam arti luas disiplin mencakup setiap macam
pengaruh yang ditunjukan untuk membantu peserta didik agar dia dapat memahami
dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang
cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditujukan peserta didik terhadap
lingkungannnya.
Dengan disiplin para peserta didik bersedia untuk
tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan tertentu.
Kesediaan semacam itu harus dipelajari dan harus secara sabar diterima dalam
rangka memelihara kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas
sekolah.
Satu keuntungan lain dari adanya disiplin adalah
peserta didik belajar hidup dengan pembiasaan yang baik, positif, dan
bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Di sekolah, disiplin banyak
digunakan untuk mengontrol tingkah laku peserta didik yang dikehendaki agar
tugas-tugas di sekolah dapat berjalan dengan optimal.
B.
Sumber
Pelanggaran Disiplin Kelas
Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat
menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya
disiplin. Sumber pelanggaran disiplin antara lain:
1. Faktor
Internal
Yaitu faktor yang
bersumber dari dalam diri peserta didik yang disebabkan karena inpilikasi
perkembangannya sendiri, misalnya: kebutuhan yang tidak terpuaskan, haus kasih
sayang dari ke dua orang tuanya, kurang cerdas, dan sebagainya
2. Faktor
Eksternal
Faktor yang bersumber dari luar
diri murid, seperti : pelajaran yang sulit difahami, cara guru mengajar tidak
efektif, situasi kelas yang tidak nyaman dan sebagainya.
Dari sekolah, contohnya:
a) Tipe
kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan
kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu
mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu
akan menjadikan siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan
perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
b) Guru yang membiarkan
siswa berbuat salah, lebih mementingkan mata pelajaran daripada siswanya.
c) Lingkungan
sekolah seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau
sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau
jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana yang gaduh,
d) Sekolah/guru
kurang melibatkan dan mengikut sertakan peserta didik dalam keikutsertaannya
dalam bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya.
e) Sekolah/guru
kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalamkeluarga ke
dalam subsistem kehidupan sekolah.
f) Sekolah
kurang mengadakan kerja sama dengan orang tua dan antara keduanya juga saling
melepaskan tanggung jawab.
Dari keluarga, contohnya:
a) Lingkungan
rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian,ketidak teraturan, pertengkaran,
masa bodoh, tekanan, dan sibuk urusannya masing-masing.
b) Lingkungan
atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising,
dan lingkungan minuman keras.
C.
Peraturan
dan Tata Tertib Kelas
Kelas
harus mempunyai peraturan dan tata tertib. Peraturan dan tata tertib kelas ini
harus dijelaskan dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus
menerus. Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku
yang diharapkan terjadi pada siswa.
Peraturan menunjuk pada patokan atau
standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Misal : siswa harus
mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh
guru; menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya; memberi
jawaban jika guru telah menunjuknya.
Tata tertib menunjuk pada patokan atau
standar untuk aktivitas khusus. Misal : penggunaan pakaian seragam; mengikuti
upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto,
1993:122-123).
Peraturan dan tata tertib kelas untuk
sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di
Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:79-81) antara lain harus
memuat hal-hal berikut ini.
1. Masuk
sekolah
a) Siswa
harus datang ke sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
b) Menaruh
tas dan alat tulis lainnya di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas.
c) Siswa
yang mendapat tugas jaga/piket harus hadir lebih awal.
d) Siswa
yang sering terlambat harus diberi teguran.
e) Siswa
yang tidak masuk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum atau
sesudahnya secara lisan atau tulisan.
f) Guru
tidak boleh terlambat atau absen tanpa ijin.
2. Masuk
kelas
a) Siswa
segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi.
b) Ketua
kelas menyiapkan barisan
c) Siswa
masuk kelas satu persatu dengan tertib dan duduk di tempatnya masing-masing.
d) Guru
memeriksa kerapian, kebersihan, dan kesehatan siswa satu persatu; kebersihan
kuku, kerapian rambut, kerapian dan kebersihan baju dan sebagainya.
3. Di
dalam kelas
a) Berdo’a
bersama dipimpin oleh salah seorang siswa.
b) Memberi
salam kepada guru dan pelajaran dimulai.
c) Guru
menuliskan siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan/keterangan
mengapa tidak masuk.
d) Pada
saat pelajaran berlangsung siswa harus tetap tertib, tidak boleh ribut,
bercanda atau melakukan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan
pelajaran.
e) Siswa
tidak boleh meninggalkan kelas tanpa ijin atau alasan tertentu.
f) Guru
juga tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung
walaupun ada siswa sedang mengerjakan tugas di luar kelas.
4. Waktu
istirahat
a) Pada
saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib.
b) Guru
keluar kelas setelah semua siswa keluar.
c) Siswa
tidak boleh berada di kelas ketika istirahat.
d) Selama
istirahat siswa tidak diperkenankan meninggalkan sekolah tanpa ijin.
e) Pada
saat bel masuk lagi berbunyi (setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan
tertib dan duduk dengan tenang di tempat masing-masing.
f) Sebaiknya
guru sudah berada di kelas lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi.
5. Waktu
pulang
a) Ketika
bel pulang berbunyi, pelajaran berakhir, ditutup dengan doa dan salam kepada
guru.
b) Guru
memberikan nasehat-nasehat, mengingatkan tentang tugas-tugas, pekerjaan rumah
dan sebagainya
c) Siswa
keluar kelas dengan tertib.
DAFTAR RUJUKAN
Rachman, Maman. 1997. Manajemen Kelas. Semarang: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek
Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Suharismi
Arikanto. 1993. Peraturan Dan Tata Tertib
Kelas. Jakarta: Rineka Cipta
Artikelnya bermanfaat sekali min ..
ReplyDelete
ReplyDeleteBisa menbah ilmu bagi pembaca
Materinya bagus sekali kak
ReplyDeleteTerima kasih min, semoga bermanfaat bagi sesama
ReplyDeleteSangat bermanfaat bagi saya dalam mencari materi tugas, terima kasih kak🙏😊
ReplyDeleteBermanfaat sekali.. 👍
ReplyDeleteSangat membntu
ReplyDeleteHebat kak.. Materinya sangat bermanfaat
ReplyDeleteBagus sekali materinya kak, semoga bisa membantu
ReplyDeleteSangat membantu saya
ReplyDeleteMantap sekali
ReplyDeleteInfonya sangat bermanfaat kk
ReplyDeleteMakasih kak materinya
ReplyDeleteMakasih kak.. Materinya sangat membantu saya...
ReplyDeleteTerimakasih untuk blog nya kk iky. Sangat bermanfaat
ReplyDeleteMaterinya bagus, semoga bisa di terapkan ya kak
ReplyDeleteMembantu sekali kak.. 😊👍
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteSangat bermanfaat sekali kak
ReplyDelete