Aspek, Fungsi, faktor Manajemen kelas
Tugas Manajemen Kelas Di SD
Tentang
“Aspek-aspek Menajemen Kelas”
Oleh :
Kurnia Rizky
Bp : 1620136
Kelas :
7.4 pgsd
DOSEN
PEMBIMBING:
Yessi Rifmasari M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
ADZKIA PADANG
2019
A.
Aspek Dan
Tujuan Manajemen Kelas
1.
Aspek – aspek Manajemen Kelas
Adapun kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas
sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan
kelas adalah sebagai berikut:
a.
Mengecek kehadiran siswa
Siswa dilihat keberadaannya satu
persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses
belajar mengajar, kesiapan secara fisik terutama mental karena dengan perhatian
dari awal akan memberikan dorongan kepada mereka untuk dapat mengikuti kegiatan
dalam kelas dengan baik.
b.
Mengumpulkan
hasil pekerjaan siswa
Memeriksa dan menilai hasil
pekerjaan hasil tersebut
Pekerjaan yang sudah diberikan hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan
komentar singkat sehingga rasa penghargaan yang tinggi dapat memberikan
motivasi atas kerja yang sudah dilakukan.
c.
Pendistribusian bahan dan alat
Apabila ada alat dan bahan belajar
yang harus didistribusikan maka secara adil dan proporsional setiap siswa
memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik atau menggunakan alat dan bahan
dalam proses belajarnya.
d.
Mengumpulkan
informasi dari siswa
Banyak informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu sendiri yang
dapat diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang pribadi siswa
maupun berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus dan sudah
dikerjakan.
e.
Mencatat data
Data-data siswa baik secara perorangan maupun kelompok yang menyangkut
individu maupun pekerjaan sangat penting untuk dicatat karena
akan mendukung guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap pencapaian hasil
pekerjaan siswa
f.
Pemeliharaan arsip
Arsip-arsip tentang kegiatan dalam kelas disimpan
dan ditata dengan rapi dan dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga
dapat memberikan informasi baik bagi guru maupun bagi siswa.
g.
Menyampaikan materi pembelajaran
Tugas utama guru adalah memberikan informasi tentang
bahan belajar yang harus dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan
berbagai media dan informasi yang ada dalam kelas.
h.
Memberikan tugas / PR
Penugasan adalah proses memberikan tanggungjawab
kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat mengevaluasi
kemampuan secara sendiri. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru,
khususnya guru dalam pertemuan.
Menurut
Oemar Mark ada 7 aspek yang melalui fungsi berbeda dalam proses belajar
mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
a)
Aspek tujuan instruksional
b)
Aspek materi pelajaran
c)
Aspek metode dan strategi pembelajaran
d)
Aspek ketenagaan
e)
Aspek media instruksional
f)
Aspek penilaian
g)
Aspek penunjang
fasilitas.
B.
Fungsi Manajemen Kelas di SD
Fungsi
manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang
diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang
hendak dicapainya.
1. Perencanaaan.
Perencanaan
adalah titik tolak bagi manajer kelas. Fungsi ini (perencanaan) menentukan
lebih awal hasil pembelajaran nama yang harus dicapai pada dimasa depan. Dalam
hal ini, tiga aspek perencanaan harus disebutkan :
a. Untuk setiap
bidang pembelajaran, institusi pendidikan menentukan hasil yang akan dicapai
pada akhir tingkat atau kelas tertentu. Ketika merencanakan, pendidik harus
berkerja mundur/melihat kebelakang ‘dari hasil ini, membimbing peserta didik
untuk mencapai hasil pada beberapa tingkat di masa depan. Pada kenyataannya,
ini bermuara pada unit-unit yang harus dipelajari dalam setiap pertemuan,
minggu dan pelajaran.
b. Aspek kedua
perencanaan melibatkan keputusan yang harus dibuat yakni bagaimana hasil yang
spesifik dapat tercapai dengan efektif. Hal ini memerlukan renungan dan
rancangan metode yang paling efektif, pendekatan dan sumber daya yang akan
digunakan.
c. Dalam contoh
ketiga, pendidik harus menyadari perencanaan dengan perspektif masa depan ada
hubungan antara apa yang peserta didik harus capai sebelumnya (saat ini ) dan
apa yang mereka harus capai di masa depan
Menurut pretorius dan lemmer (1998:
55) Perencanaan
sangat di perlukan. Mereka memberikan sejumlah pedoman untuk perencanaan yang
efektif:
1) Lakukanlah
semua perencanaan secara tertulis.
2) Pelajarilah
hasil yang ditetapkan untuk wilayah belajar anda dengan hati-hati. Fokoslah
pada hasil yang kritis dan spesifik.
3) Lakukan
perencanaan sebelum awal tahun ajaran, masa tertentu, minggu, hari atau
pelajaran.
4) Rencana
harus menspesifikkan sebuah elemen kunci: hasil, metode alternatif, rincian
jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam priode waktu yang diperlukan,
alat bantu mengajar, metode penilaian, dll.
5) Peranan
dalam kelompok telah menjadi jauh lebih penting. Perencanaan harus
mengembangkan bidang pelajaran lain dalam kelas yang sama, serta pendidik
lainnya yang mengajar di daerah belajar yang sama. Perencanaan merupakan dasar
untuk tugas mejerial pendidik, karena memberikan langsung upaya pengelolaan.
Tanpa perencanaan, semua kegiatan akan serampangan dan tanpa arah.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat digambarkan sebagai penciptaan mekanisme untuk mengimplementasikan
perencanaan yang dibahas sebelumnya. Isu-isu seperti kegiatan yang dimasukan
kedalam tindakan, dimana sumber dayanya, bagaimana itu harus terjadi dan siapa
yang harus bertanggung jawab harus diperhatikan.
Untuk
pendidik, fungsi manajemen menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran
yang efektif. Situasi kelas yang tertib dan teratur harus diciptakan
untuk membuat pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa peserta didik
ditempatkan dikelas dimana tugas mengajar dengan efek yang maksimal, sedangkan
pola komunikasi dan ketertiban haruslah tetap demokratis.
3. Kepemimpinan
Memimpin
ketika rencana harus diubah menjadi realitas. Dia membrikan arah untuk
memastikan bahwa tugas-tugas yang diperlukan secara efektif. Kepemimpinan
melibatkan fungsi bahwa manager memungkinkan orang lain untuk melaksanakan
tugas mereka secara efektif.
Untuk
pendidik, kepemimpinan berarti menjelaskan apa hasil yang didapat, memberikan
intruksi, mendelegasikan tugas,kegiatan pengawasan menggunakan strategi untuk
meningkatkan kinerja peserta didik, melatih disiplin dan penanganan konflik.
4. Pengawasan
Fungsi
manajemen akhir dalam siklus manajemen yang efifien dan dilihat oleh
banyak orang sebagai kebutuhan yang paling penting untuk perencanaan yang
efektif. Dalam merencanakan pengajaran atau kegiatan, pendidik yang memutuskan
mana hasil belajar harus dicapai. Pengguanaan mekanisme pengawasan untuk
memeriksa apakah hasil terealisasi merupakan bagian integral dari perencanaan,
tetapi pada saat yang sama kegiatan pengelolaan.
C.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Berhasilnya
manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor- faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga
dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru.
Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, ada beberapa faktor yang
mempengaruhinya antara lain:
1.
Kondisi
fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh
penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan
memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran
dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan
tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat
belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan
dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan
aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan
jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan
hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan
b. Pengaturan
tempat duduk.
Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka,
dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat
duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c. Ventilasi
dan pengaturan cahaya Suhu
ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada)
adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena
itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d.
Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan
pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan
dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang- barang yang karena nilai
praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran,
pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan
sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa.Tentu saja
masalah pemeliharaan juga sangat penting dan secara periodik harus dicek dan
recek.
Kondisi lingkungan fisik tempat
belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat
menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik.
Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium,
ruang serbaguna/ aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau
berbaris-belajar, pola susun berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola
lingkaran atau persegi, ventilasi dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan
barang- barang.
2.
Kondisi Sosio
Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup
besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas
tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio - emosional tersebut meliputi:
a.
Tipe kepemimpinan
Peranan
guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas.
Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau
demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b.
Sikap guru
Sikap
guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap
sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa
akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah
lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia
insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu
kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan
untuk memperbaiki kesalahannya.
c.
Suara guru
Suara
guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar
mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah
terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana
gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan.
Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang
penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk
memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak
membosankan siswa.
d.
Pembinaan hubungan baik (raport)
Pembinaan
hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas
adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa,
diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap
optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta
terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
Kondisi sosio - emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap
proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran. Sikap guru, sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau
di luar kelas yang akan mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik
dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru,
bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal
yang paling baik diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru
dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks
belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun
sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan
aman berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah.
3.
Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin
yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah
akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah
diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka
sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap
siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku
secara teratur dan penuh disiplin pada semua kegiatan yang bersifat rutin itu.
Kegiatan
rutinitas tersebut anatar lain:
1.Pergantian pelajaran
2. Guru berhalangan hadir
3. Masalah antar siswa
4. Upacara bendera
5. Kegiatan lain.
Pertayaan saat diskusi:
1. Gintan
mutiara: Apakah semua aspek menajemen kelas harus dipenuhi , dan apakah harus
berurutan sesuai dengan sesunananya ?
2. Sisy anggrayeni : Tipe kepemimpinan manakah
yang cocok digunakan dalam pengajaran saat ini ?
3. Hendra
saputra : bagaimana sikap kita sebagai calon guru menangapai siswa yang
bermasalah dan mengangangap enteng kita
karna kita terkenal sabar ?
Jawaban :
1.
Semua aspek dalam menajemen kelas harus
dipenuhi karna akan rumpang bila tidak dipenuhi. Sedangkan urutannya sebaiknya
dilakukan secara berurutan agar proses pembelajaran berjalan lancar. Mulai dari
kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
2.
Tipe kepemimpinan yang cocok dalam
pengajaran adalah demokratis. Karena tipe kepemimpinan ini lebih terbuka,
maksudnya kita sebagai guru sebaiknya menjadikan peserta didik sebagai teman
dalam belajar, sehinnga peserta didik merasa senang dalam belajar
3.
Sebagai calon guru kita sebaiknya
mencari tahu dulu apa masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Kita
menanyakan kepada anak langsung dan mengajaknya bicara 4 mata mendiskusikan
permasalah yang sedang dihadapi. Contohnya dalam kasus siswa yang
nakal dalam belajar kita bisa memberikan dia tugas sebagai ketua dalam
kelompok, hal ini bisa mengurangi kenakalan pada siswa, karena dia memiliki
tanggung jawab sebagai ketua, dan akan berusaha untuk memenuhinya.
Kesimpulan:
Aspek manajemen kelas di SD :
- Mengecek kehadiran
- Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan
menilai hasil pekerjaan
- Pendistribusian alat dan bahan
- Mengumpulkan informasi dari siswa , Mencatat data
- Pemeliharaan arsip
- Menyampaikan materi pelajaran
- Memberikan tugas
Fungsi Manajemen Kelas :
1. Perencanaan
2. pengorganisasian
3. engorganisasian
4. Pengarahan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Manajemen Kelas :
1.
Kondisi fisik
2.
Kondisi Sosio Emosional
3.
Kondisi organisasional
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:
Rineka Cipta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen
Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi.
Sangat membantu saya dalam mencari tugas 👍😊
ReplyDeleteBagus sekali materinya kak.. 👍😊
ReplyDeleteAssalamu'alaikum ukh. Mau nanya, Apa yang akan terjadi jika aspek-aspek manajemen tidak dilaksanakan dengan semestinya?
ReplyDeleteTarima kasih kak, sangat bermanfaat sekali
ReplyDeleteBagus sekali materinya kak.
ReplyDelete👍