BELAJAR DAN MENGAJAR


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Belajar Dan Mengajar




 Oleh :
NAMA           : KURNIA RIZKY
BP                   : 1620136
KELAS          : 7.4

Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd



PROGRAM  STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019



A.     BELAJAR DAN MENGAJAR
1.      Konsep Belajar
Menurut Gagne (1973) ada tiga elemen belajar, yaitu individu yang belajar, situasi stimulus, dan responden yang melaksanakan aksi sebagai akibat dari stimulasi.
Menurut Mayer pengertian belajar sebagai perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan dan perilaku seseorang yang diakibatkan oleh pengalaman. Pengalaman yang sengaja didesain untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap seseorang akan menyebabkan berlangsungnya proses belajar.
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan beraksi yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungan dan dunia nyata. Melalui proses belajar seseorang akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik.

2.      Konsep mengajar
Menurut dreww dan klopper  pada tahun 2015, prinsip belajar dan mengajar adalah untuk mengembangkan kurikulum dan teknik pedagogik pengajaran  yang  dapat memperoleh hasil yang luar biasa dan membuat kelas yang instruktif yang dapat diamati dan dilibatkan.  Tak hanya itu, sifat pembelajaran yang mendukung pemberian kualifikasi, kualitas pengajaran dan pembelajaran, kualitas penelitian juga dibutukan dalam belajar dan mengajar. prosedur pedagogis harus direncanakan dengan hati-hati, terus diperiksa, dan berhubungan langsung dengan subjek yang diajarkan supaya dapat berjalan dengan baik.

B.     Prinsip belajar dan mengajar
1.      Prinsip Mengajar
Menurut Marsell, James L (1954 : 69-119) mengemukakan 6 prinsip mengajar yaitu:
a.       Prinsip konteks
b.      Prinsip fokus
c.       Prinsip urutan
d.      Prinsip evaluasi
e.       Prinsip individualisasi
f.       Prinsip sosialisasi
a.       Prinsip Konteks
Mengajar dengan memperhatikan prinsip ini, guru dalam menyajikan pelajaran hendaknya dapat menciptakan bermacam-macam hubungan dalam kaitan bahan pelajaran. Menghubungkan bahan pelajaran dapat menggunakan bermacam-macam sumber, misalnya surat kabar, majalah atau buku perpustakaan atau lingkungan sekitar.

b.      Prinsip Fokus
Mengajar dengan memperhatikan prinsip fokus, yaitu guru dalam membahas pokok bahasan tertentu perlu menentukan pokok persoalan yang menjadi pusat pcmbahasan. Bila prinsip konteks mengharuskan guru menghubungkan bahan pengajaran seluas-luasnya, maka prinsip fokus mengharuskan adanya pemusatan pokok persoalan.
c. Prinsip urutan
Mengajar dengan melaksanakan prinsip urutan adalah materi pengajaran hendaknya disusun secara logis dan sistematis, sehingga mudah dipelajari anak. Misalnya: guru mengajar matematika dengan pokok bahasan fungsi grafik tentu ia akan merinci kegiatan apa yang harus dikuasai siswa, untuk memahami dengan mudah permasalahan fungsi grafik. Untuk memahami prinsip tersebut, guru perlu merinci kegiatan-kegiatan mana yang lebih dahulu dan mana yang kemudian. Penyusunan kegiatan-kegiatan tersebut harus sistematis dan logis.
d.      Prinsip evaluasi
Prinsip ini menekankan bahwa guru dalam mengajar tidak boleh meninggalkan kegiatan evaluasi. Evaluasi merupakan kegiatan integral dalam mengajar. Kegiatan evaluasi berfungsi mempertinggi efektivitas belajar, menimbulkan dorongan siswa untuk lebih meningkatkan belajarnya da.n memungkinkan guru untuk memperbaiki metode mengajarnya. Evaluasi ini dapat dilakukan baik secara tertulis maupun lisan dalam bentuk “assasment”.
e.       Prinsip individualisasi
Melaksanakan prinsip individualisasi diwujudkan dalam bentuk mengajar hendaknya memperhatikan perbedaan antar individu siswa. Siswa sebagai makhluk individu berbeda-beda, baik dari segi mental, misalnya perbedaan intelegensi, bakat, minat dan sebagainya maupun berbeda dalam kecenderungan, misalnya ada yang cenderung lebih baik pada bidang estetika, tetapi kurang baik pada matematika. dan sebagainya. Perbedaan individu tersebut dapat dilakukan dalam pemberian pelayanan belajar, seperti bimbingan belajar, tugas-tugas, dan sebagainya.
f.       Prinsip sosialisasi
Prinsip ini menekankan bahwa guru dalam mengajar hendaknya dapat menciptakan suasana belajar yang menimbulkan sikap saling kerjasama antara siswa., dalam mengatasi masalah. Cara belajar seperti itu memiliki dua keuntungan yang dapat diperoleh yaitu:
1)      Dapat membina dan mengembangkan kepribadian siswa terutama sikap demokrasi.
2)      Pengetahuan anak akan bertambah kokoh sebab di dalam proses belajar di antara siswa terjadi saling  memberi dan menerima.
3)       
C.    Keterampilan Dasar Mengajar
Didalam keterampilan mengajar, terdapat Tiga elemen keterampilan dalam mengajar          diantaranya sebagai berikut.
1.      Knowledge atau pengetahuan
 Terdiri dari pengetahuan guru tentang mata pelajaran, murid, kurikulum, metode pengajaran, pengaruh pengajaran dan pembelajaran dari factor-faktor lain. Seorang guru harus mengetahui semua pengetahuan tersebut agar memudahkannya dalam pembelajaran.
2.      Decision Making atau pengambilan keputusan.
Dalam mengambil keputusan seorang guru harus memikirkan dulu akibat dari kepusan yang diambilnya.  Terdiri dari pemikiran danpengambilan keputusan yang terjadi sebelum, sesudah, dan selama proses pembelajaran itu terjadi. Mengenai cara terbaik untuk mencapai hasil pendidikan.
3.      Action atau tindakan.
Yang terdiri dari perilaku nyata oleh guru yang dilakukan untuk mendorong pembelajaran siswa.
7         keterampilan mengajar yang penting, yaitu:
a.    Manajemen bahan
b.    Praktik terbimbing
c.    Percakapan struktur
d.   Pemantauan
e.    Pengelolaan pesanan
f.     Perencanaan dan persiapan
g.    Evaluasi tertulis

D.    TujuanKeterampilan Mengajar
1.      Tujuan untuk siswa
Keterampilan mengelola kelas bagi siswa mempunyai tujuan untuk:  Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya, serta sadar untuk mengendalikan dirinya.  Membantu siswa agar mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan melihat atau merasakan teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan kemarahan.  Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta bertingkah laku yang wajar sesuai dengan aktivitas-aktivitas kelas.
2.      Tujuan untuk Guru
Bagi guru, tujuan keterampilan mengelola kelas adalah untuk melatih keterampilannya dalam : Mengembangkan pengertian dan keterampilan dalam memelihara kelancaran penyajian dan langkah-langkah proses belajar mengajar secara efektif.  Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensinya dalam memberikan pengarahan yang jelas kepada siswa.Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan-gangguan kecil atau ringan serta memahami dan menguasai seperangkat kemungkinan strategi dan yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang berlebihan atau terus menerus melawan di kelas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar merupakan perubahan tingkah laku siswa dalam agar agar siswa dapat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran di sekolah dalam kehidupannya. Keterampilan inu sangat berguna bagi siswa karena siswa bisa di belajar disiplin dan menaati peraturan sejak dini. Begitu juga dengan guru  dapat mengembangkan keterampilan mengajar yang baik dan menjadi anutan atau tingkah laku yang baik karean siswa yang pintar dari guru yang pintar.

E.     Macam-Macam Keterampilan Mengajar
Pada garis besarnya keterampilan mengelola kelas terbagi dua bagian yaitu;
1)      Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
a.    Menunjukan sikap tanggap,
Guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapan atas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. 
b.    Membagi perhatian, 
Kelas diisi lebih dari satu orang akan tetapi sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dari guru.  Perhatian guru tidak hanya terpokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merat kepada setiap anak yang ada di dalam kelas.
c.     Memusatkan perhatian kelompok,
Munculnya kelompok informal di kelas, atau pengelompokan karena di sengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.

d.    Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas,
Untuk mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan di atas, juga memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah emamparkan setiap pelaksanan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
e.    Menegur, 
Permasalahan bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa.Sifat dari teguran tidak merupakan hal yang memberikan efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya.
f.     Memberi penguatan,
Penguatan adalah  Upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik dapat dipertahankan oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan dan dapat ditularkan kepada siswa lainnya.  Penguatan yang dimaksudkan dapat berupa reward yang bersipat moril juga yang bersifat material tapi tidak berlebihan.
2)   Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
a.    Memodifikasi tingkah laku
Modifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan pemebelajaran sehingga tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang peniruan perilaku yang kurang baik.
b.     Pengelolaan kelompok
Kelompok kecil ataupun kelompok belajar di kelas adalah merupakan bagaian dari pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang terapkan oleh guru.  Kelompok juga bias muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan, teman karena gender dan lain-lain.  Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaiant ujuan pembelajaran maka kelompok yang ada dikelas itu harus di kelola dengan baik oleh guru.
c.     Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.                     Permasalahan memiliki sifat perennial (akan selalu ada) dan nurturan effect, oleh karena itu permasalahan akan muncul didalam kelas kaitannya dengan interaksi dan akan diikuti oleh damapak pengiring yang besar bila tidak bias diselesaikan.  Guru harus dapat mendeteksi permasalahan yang mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil langkah penyelesaian sehingga ada solusi untuk masalah tersebut




DAFTAR RUJUKAN
            Christopher  Klooper And Steve Drew.  2015.  Teaching For Learning And Learning                     For Teaching. Australia : Griffith University. Ng
Gagne, Robert M. 1973. The Conditions of Learning and Theory of Instruction.
                        New York: Holt Rinehart and Winston Inc


Comments

  1. Terimakasih min, cukup menambah pengetahuan ane, semoga dikembangkan lagi..

    ReplyDelete
  2. Terimakasih untuk blogny kak. Sangat membantu saya kk

    ReplyDelete
  3. Terima kasih kak...
    Lumayan bisa menambah wawasan, semoga penulisannya bisa lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  4. Min, kasih tips bagaimana memanajemen kelas agar siswa tetap nyaman dan pbm berjalan dengan baik ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaannya.
      1. Menciptakan kelas bersih dan indah
      2. Pengaturan tempat duduk.
      3. Ventilasi dan pengaturan cahaya.
      4. Pengaturan penyimpanan barang-barang.

      Delete
  5. Terima kasih, atas blognya. Sangat membantu saya dalam membuat tugas kuliah 🙏🙂

    ReplyDelete

  6. Terimakasih atas blog ny, blog ini sangat membantu dalam membuat tugas, pembaca bisa mengetahui keterampilan2 dalam mengajar

    ReplyDelete
  7. Materinya sangat membantu..terimakasih😊

    ReplyDelete
  8. Terimakasih minta cukup menambah pengetahuan

    ReplyDelete
  9. Terima kasih kak, materibya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  10. Terimakasih kak materinya sangat membantu

    ReplyDelete

Post a Comment