MANAJEMEN PEMBELAJARAN


       TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Menajemen Pembelajaran

 Oleh :
NAMA           : KURNIA RIZKY
BP                   : 1620136
KELAS          : 7.4

Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd



PROGRAM  STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019



MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A.    Konsep Manajemaen Pembelajaran
            Istilah manajemen memiliki banyak arti, tergantung pada orang yang mengartikannya. Istilah manajemen madrasah acapkali disandingkan dengan istilah administrasi madrasah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga pandangan berbeda; pertama, mengartikan lebih luas dari pada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi); kedua, melihat manajemen lebih luas dari pada administrasi dan ketiga, pandangan yang menggangap bahwa manajemen identik dengan administrasi. Berdasarkan fungsi pokoknya istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama. Karena itu, perbedaan kedua istilah tersebut tidak konsisten dan tidak signifikan.
            Manajemen merupakan proses yang khas bertujuan untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien menggunakan semua sumber daya yang ada.Terry menjelaskan: “Management is performance of coneiving desired result bymeans of grouuf efforts consisting of utilizing human talent and resources”. Ini dapat dipahami bahwa manajemen adalah kemampuan mengarahkan danmencapai hasil yang diinginkan dengan pemberdayaan manusia dan sumber dayalainnya.
            Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai suatu rangkaian aktifitas ( termasuk perencanaan, dan pengambilan keputusan, pengorganisasian ,kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber- sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
            Selanjutnya Pengertian Manajemen dikemukakan Parker (Stoner & Freeman, 2000) : Ialah Seni Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Press, 2005) melaksanakan pekerjaan melalui orang- orang (the art of getting things donethrough people). Sufyarma mengutip dari Stoner mengatakan : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
             Dalam teori Manajemen Islam seseorang yang melakukan kebaikan akan diberi ganjaran didunia dan akhirat. Ganjaran di dunia ini termasuk keuntungan material, dan pengakuan sosial, dan kesejahteraan psikologis dan di hari kemudian berupa kesenangan dan kemakmuran dari Allah. Seseorang juga akan diberi pahala atas niat yang baik.
            Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,  pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif artinya bahwa tujuan dapat dicapai sesuai perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang adadilaksanakan secara benar, , terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
B.     Tujuan Menejemen Pembelajaran 
             Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
            Menurut Nanang Fattah dalam buku landasan menajemen, Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.
            Adapun tujuan menajemen pembelajaran   antara lain sebagai berikut :
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). 
2.      terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dannegara. 
3.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. 
4.      Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5.      Teratasinya masalah mutu pendidikan
C.    Kebijakan Tentang Menajemen Pembelajaran
             Manajemen pembelajaran pada hakekatnya mempunyai pengertian yang hampir sama dengan manajemen pendidikan. Namun, ruang lingkup dan bidang kajian manajemen pembelajaran merupakan bagian dari manajemen sekolah dan juga merupakan ruang lingkup bidang kajian manajemen pendidikan. Namun demikian, manajemen pendidikan mempunyai jangkauan yang lebih luas daripada manajemen sekolah dan manajemen pembelajaran.
            Dengan perkataan lain, manajemen pembelajaran merupakan elemen dari manajemen sekolah sedangkan manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan yang berlaku.
            Keberhasilan sebuah usaha maka manajemen haruslah dilaksanakan berdasarkan dalil-dalil umum manajemen atau yang lebih dikenal sebagai prinsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh seorang calon manajer, diantaranya yang terpenting adalah:
1.      Prinsip Pembagian Kerja
            Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2.      Prinsip wewenang dan tanggung jawab
            Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3.      Prinsip Tertip dan Disiplin
            Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4.      Prinsip Kesatuan Komando dan Semangat Kesatuan
            Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5.      Prinsip Keadilan dan Kejujuran.
            Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).
D.    Peran guru dalam manageman kelas
            Guru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional, menentukan materi pembelajaran,  menetapkan metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan kemampuan profesional guru lainnya, agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Peran dan fungsi guru
berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
1.       Guru sebagai pendidik
      Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memilki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2.       Guru sebagai Pengajar
      Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhin oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru,kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam ber komunukasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3.        Guru sebagai Pembimbing
       Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
4.       Guru sebagai Pelatih
          Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
4.       Guru sebagai Penaseha
          Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agarguru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
6.       Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
   Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memilki arti lebih banyak dari pada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar  sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
7.      Guru sebagai Model dan Teladan
           Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untu ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teldan. Tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan gaya hidup secara umum.
8.        Guru sebagai Pribadi
          Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat tergangunya proses pendidikan bagi peserta didik. Guru perlu juga memilki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melaluin kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olahraga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimilki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yangbersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
9.       Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
           Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mende akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia disekitar kita. Kreatifitas ditandai olehadanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderunganuntuk menciptakan sesuatu. guru senantiasa berusaha untu menemukancara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreatifitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya.
10.  Guru sebagai pembangkit pandang
             Dunia ini panggung sandiwara, yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa, mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. Dalam hal ini guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya. Mengembangkan fungsi ini guru harusterampil dalam berkomunikasi dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini.
11.    Guru sebagai Pekerja Rutin
          Guru bekerja dengan ketrampilan dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak \ dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi ataumerusak keefektifan guru pada semua peranannya.
12.   Guru sebagai Evaluator
     Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta varible lain yang mempunyai arti apabila berhubungan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindaklanjut serta penilaian harus adil dan objektif
.
E.     Kode Etik Guru 
                        Adapun kode etik guru  antara lain sebagai berikut:
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing. 
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik. 
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. 







Daftar Rujukan

Husaini usman. 2011. Manajemen, Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan, edisi 3.    Jakarta : BumiAksar
Sufyarma, Kapita Selekta. 2004. Manajemen Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta
Syafaruddin. 2005 .  Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Cet.1 . Jakarta: Ciputat        Pre
Ricky W. Griffin. 2004. Manajemen. Jakarta : Erlangga.


Comments

  1. Asslamualaikum kk. Aulia mau nanya. Gimana caranya seorang guru dapat me-manage (mengatur) kelas agar tetap kondusif sementara siswanya sedang sibuk bermain dengan teman yg lain didalam kelas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..
      Terimakasih atas pertanyaanya aulia.
      Cara seorang guru mengatur kelas agar tetap kondusif, yaitu
      Kita membuat aturan bersama siswa, misalkan aturan tata tertib, perilaku dan lain-lain hal ini bertujuan agar siswa tidak melakukan sesuatu yang diluar batas wajar. untuk hukuman jika melanggar aturan yang telah disepakati bersama bisa dengan memberikan hukuman yang mendidik seperti, membersihkan ruang kelas, hafal perkalian.

      Delete
  2. Jelaskan dampak bagi siswa jika guru gagal dalam menata suasana kelas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaannya.
      Dampak bagi siswa apabila guru gagal dalam menata suasana kelas yaitu
      1. Kondisi kelas menjadi tidak kondusif
      2. Siswa merasa bosan dan jenuh untuk belajar
      3. Tidak tercapainya tujuan pembelajaran yg diharapkan.

      Delete
  3. Sangat bermanfaat kak. Terima kasih kak

    ReplyDelete
  4. Kk saya mau nanya,ad kejadian seperti ini kk, apabila guru sedang asik mengajar dan siswany jga asik bermain d dlam kelas pada saat proses pembelajaran sdh d mulai, ap yg harus kita lakukan ketika melihat kondisi seperti ini ??

    Kondisi ini saya lihat sewaktu observasi. Mohon penjelasan ny kk.

    Mksih kk

    ReplyDelete
  5. Sangat bermanfaat kak. Terima kasih kak

    ReplyDelete
  6. Kk saya mau nanya,ad kejadian seperti ini kk, apabila guru sedang asik mengajar dan siswany jga asik bermain d dlam kelas pada saat proses pembelajaran sdh d mulai, ap yg harus kita lakukan ketika melihat kondisi seperti ini ??

    Kondisi ini saya lihat sewaktu observasi. Mohon penjelasan ny kk.

    Mksih kk

    ReplyDelete
  7. Menurut ukhti, apa kendala guru dalam manajemen kelas??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaannya ukh.
      Kendala yang dialami guru dalam manajemen kelas yaitu guru harus bisa memahami semua karakter peserta didiknya dan guru bisa membuat situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan.

      Delete
  8. Materinya bagus kak. Bermanfaat sekali🤩

    ReplyDelete
  9. Terimakasih kk atas materinya, semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  10. Terimakasih kk atas materinya, semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. Jika ada anak yang lagi bertengkar sesama temannya dikarenakan ada sebab,jadi kita sebagai guru bagaimana menyikapinya masalah seperti itu,sedangka suasana di dalam kelas lagi tidak aman..
    Bagaimana tindakan kita sebagai guru?
    Terimakasih
    #PH

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaanya.

      Tindakan kita sebagai seorang guru dengan menghadapi permasalahan di atas adalah, yang pertam guru harus bisa mengkondisikan kelas kembali menjadi aman dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
      Langkah berikutnya baru kita identifikasi masalah apa yang dialami oleh anak, disitulah kita sebagai guru memberikan pengarahan terhadap anak dan solusi atas permasalahanya.

      Delete
  12. Bagaimana cara pendidik dalam prinsip pengelolaan kelas untuk mengontrol peserta didik yang terisolir ?
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaanya.

      Cara yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi peserta didik yang terisolir adalah dengan membentuk kelompok dan mengatur agar kegiatan pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar kelompok. Sehingga hal ini akan memebantu peserta didik yang terisolir untuk bersosialisasi dengan teman-teman yang ada dikelas.

      Delete
  13. kenapa semisalanya kita sebagai calo pendidik mempelajari dan menguasai manajemen pebelajaran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaannya.
      Karena tujuan dari manajeman pembelajaran yang kita pelajari adalah
      1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.
      2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya.
      3. Tercapainya tujuan pendidikan.
      4. Teratasinya masalah mutu pendidikan

      Delete
  14. Sangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏

    ReplyDelete
  15. Sangat bermanfaat kak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏

    ReplyDelete
  16. Sangat bagus dan membantu sekali..
    Makasih😊

    ReplyDelete
  17. Jelaskan kendala yang dilakukan guru saat dalam manajemen kelas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas pertanyaannya.
      Kendala yang dialami guru dalam manajemen kelas yaitu guru harus bisa memahami semua karakter peserta didiknya dan guru bisa membuat situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan.

      Delete

  18. Sangat bermanfaat bagi calon guru,

    ReplyDelete
  19. Sangat bermanfaat sekali kak,dapat menambah pengetahuan

    ReplyDelete
  20. Sangat membantu saya dalam mencari materi👍😊

    ReplyDelete
  21. Terakasih kakak
    Materi ini sangat membantu

    ReplyDelete
  22. Terimakasih kak, materinya sangat bermaanfat

    ReplyDelete
  23. Materinya sangat bagus kak, terimakasih

    ReplyDelete
  24. Yterima kasih share materinya sngat bermnafaat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aspek, Fungsi, faktor Manajemen kelas

TUGAS 8 MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA

TUGAS 14 MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH