MANAJEMEN KELAS


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang






 Oleh :
NAMA           : Kurnia Rizky
BP                   : 1620136
KELAS          : 7.4



Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd



PROGRAM  STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019









A.  Konsep Manajeman Kelas
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen, karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. Namun demikian dari pikiran-pikiran ahli tentang definisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam mendayagunakan kemampuan orang lain.
Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu:
1.      manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/ keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual.
2.       manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen.
3.       manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996).
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan manajemen kelas adalah keterampilan guru untuk  menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar dan pengaturan kondisi-kondisi belajar siswa yang kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.   Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa.
Tujuan dari manajemen kelas itu sendiri menurut Rusydie (Wiyani, 2013:61) mengemukakan tujuan dari manajemen kelas yaitu :
1.    Memudahkan kegiatan belajar  peserta didik,
2.    Mengatasi hambatan-hambatan yang menghalangi terwujudnya interaksi dalam kegiatan belajar mengajar,
3.    Mengatur berbagai penggunaan fasilitas  belajar,
4.    Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai latar  belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya,
5.     Membantu peserta didik belajar dan bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya,
6.    Menciptakan suasana sosial yang baik di dalam kelas.
Menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah :
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

C.  Proses Manajemen Kelas
Langkah-langkah kegiatan manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai manajer/pemimpin pembelajaran di kelas adalah:
1.      Merencanakan Pembelajaran
M. J. Riley yang dikutip Idochi Anwar (1986) “Planning is defining future goals and the activities that are instrumental in goal achievement”, (Perencanaan adalah penentuan tujtuan-tujuan dan aktivitasaktivitas yang merupakan instrumeninstrumen dalam pencapaian tujuan).
Sedangkan Hadari Nawawi menyatakan, “perencanaan pada dasarnya berarti persiapan menyususun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu”.
Bertolak dari pengertian tersebut, bahwa dalam perencanaan terdapat rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam konteks perencanaan  pembelajaran, adalah   berkaitan dengan penyusunan langkah-langkah dalam pencapaian tujuan belajar siswa yang dilakukan guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan siswa supaya mau mengikuti kegiatan belajar.
2.      Melaksanakan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan realiasi kegiatan yang telah direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembelajaran faktor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi :    Kegiatan Awal, kegiatan inti dan kegiatan Penutup pada pembelajaran berlangsung.
3.      Mengevaluasi Pembelajaran
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai darpada sesuatu. Berdasarka pengertian ini, evaluasi pembelajaran adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai hasil belajar siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

D.            Strategi Manajemen Kelas
Menurut Suwardi (2007:132), suasana sekolah dinyatakan kondusif apabila warga sekolah merasakan adanya kenyamanan, ketentraman, kemesraan, kegembiraan dan antusias dalam pelaksanaan pembelajaran. Sekolah memastikan sarana prasarana seperti kursi, meja, lemari yang terdapat di sekolah adalah sesuai dengan kebutuhan. Bangunan sekolah dan ruangan kelas yang dilengkapi ventilasi udara yang baik dan dilengkapi  penerangan  yang  mencukupi dan suasana yang sunyi  sehingga peserta didik  merasa nyaman ketika pembelajaran berlangsung di kelas. Jadi, kelas yang kondusif adalah suatu kondisi pembelajaran dimana terciptanya suasana yang nyaman, aman, menyenangkan dalam kelas sehingga menciptakan  kesadaran siswa untuk belajar.
Ramsden (1992) mengenal enam prinsip utama pengajaran berkesan yaitu yang dapat menghasilkan suasana pembelajaran kondusif.
1.      Minat dan penjelasan
Penjelasan yang jelas tentang isi kandungan (subject matter) tidak lebih penting dariupaya menjadikan isi kandungan menarik sehingga siswa merasa tertarikmempelajarinya.
2.      Keprihatinan dan hormat terhadap siswa dan pembelajaran siswa
Guru memberikan perhatian dan menghormati siswa serta pembelajaran mereka.
3.       Penilaian dan umpan balik yang sesuai
Guru memberikan umpan balik terhadap kerja siswa.
4.      Tujuan yang jelas dan tantangan intelektual
Tujuan dari pembelajaran sebelum kegiatan belajar dimulai harus dijelaskan terlebihdahulu sehingga siswa memahami tujuan dari kegiatan tersebut.
5.      Kebebasan, pendampingan, dan penglibatan aktif
Pembelajaran berkualitas tinggi bermakna siswa terlibat secara aktif, mempunyai pilihan terhadap cara mereka belajar dan mempunyai pendampingan terhadap aspek yang dipelajari.
Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengaturan lingkungan kelas, baik lingkungan fisik maupun nonfisik. Adapun pengaturan terhadap lingkungan fisik yaitu : (1) meja kelas, (2) pengaturan tempat duduk, (3) ventilasi dan pengaturan cahaya, (4) pengaturan penyimpanan barang- barang, (5) menciptakan kelas yang bersih dan indah.
Strategi pembelajaran adalah upaya guru dalam cara penyampaian materi yangtelah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaikan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin. Berbagai cara yang dilakukan guru dalam penyampaian materi ini adalah menggunakan metode yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa yangmenjadi subyek belajar.
Gunawan (2004:156) mengernukakan tiga elemen penting dalam komunikasi supaya proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, yaitu :
1.    Konten
Konten merupakan bagian guru, dimana semua materi dapat dipersiapkan dengansebaik-baiknya. Konten tidak hanya menyangkut informasi yang disampaikan tetapi juga mencakup kemampuan membina hubungan dengan murid, membangkitkanmotivasi, memberikan nilai tambah dan rasa ingin tahu.
2.    Penyampaian Informasi
Meliputi media penyampaian informasi, kontak mata, suara, ekspresi wajah maupungerak tubuh.
3.      Konteks
Konteks merupakan kondisi atau situasi yag terlibat meliputi suasana hati yang berlakudi kelas dan di sekolah.Secara lebih luas.
Wragg (1996:5), menyebutkan bahwa aspek-aspek pengelolaan kelas meliputi :
a.       pembuatan persiapan mengajar,
b.      memilih pokok bahasan,
c.       bergerak keliling guna mengawasi kegiatan dikelasnya, 
d.      mengorganisir kegiatan-kegiatan yang dilakukan murid-murid secara perorangan, kelompok kecil atau keseluruhan kelas,
e.       memberi penghargaan kepada murid yang kerjanya baik ataumenegur murid yang berperiiaku buruk,
f.       memastikan apakah bahan dan buku yangdipergunakan tersedia dan
g.       memilih strategi pembelajaran yang efektif dan efisien.
 Keterampilan guru dalam mengelola kelas dapat digolongkan dalam dua aspek utama,yaitu:
1)      menciptakan kondisi kelas yang kondusif
2)      memelihara sertamengembalikan kondisi kondusif tersebut. Keberhasilan guru dalam memelihara supaya kondisi kelas tetap kondusif memerlukan pengalaman dan kreativitas guru.



                                                     Daftar Rujukan
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Idochi Anwar. 1986. Sistem Informasi Manajemen dan Perencanaan Pembangunan Pendidikan. Bandung: Angkasa
Hadari Nawawi. 1983. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung
Suwardi. 2007. Manajemen Pembelajaran. Surabaya: Media Grafika
Ornstein, Allan C. (1990). Strategies for Effective Teaching. New york: Harper and Row Publisher Inc,
Wiyani. 2013. Manajemen Kelas: Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas yang Kondusif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Wragg, E. C. (1996). Pengelolaan Kelas. Jakarta. Grasindo
https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/21/16

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aspek, Fungsi, faktor Manajemen kelas

TUGAS 8 MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA

TUGAS 14 MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH